TUGAS REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Blog ini dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak pada Universitas Bangka Belitung Anggota Kelompok : 1. Indra Susanto 1021722014 2. Jauhari 1021722015 3. Muhammad Firdaus 1021722017 4. Muhammad Rizki Pradana 1021722018
Wednesday, March 21, 2018
Friday, March 9, 2018
PLTS (VIDEO)
Untuk mengenal lebih dekat tentang pengoperasian PLTS (Pembangit Listrik Tenaga Surya) disini kami akan menjelaskan prinsip kerja PLTS melalu video animasi berikut :
Kami juga mendapat kesempatan untuk berkunjung di PLTS terbesar di Bangka Belitung yang berlokasi di Belinyu dengan kapasitas 1 MWp, adapun hasil kunjungan tersebut kami dokumentasikan melalui video berikut :
Kami juga mendapat kesempatan untuk berkunjung di PLTS terbesar di Bangka Belitung yang berlokasi di Belinyu dengan kapasitas 1 MWp, adapun hasil kunjungan tersebut kami dokumentasikan melalui video berikut :
Demikian penjelasan singkat mengenai prinsip kerja PLTS dan dokumentasi kunjungan ke PLTS Belinyu. Semoga informasi yang kami sampaikan dapat bermanfaat.
Thursday, March 1, 2018
PERHITUNGAN PLTS ROOFTOP UNTUK RUMAH TANGGA
PLTS adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang memanfaaatkan sinar matahari untuk membangkitkan energi listrik
Solar panel, mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun).
Untuk instalasi listrik tenaga surya sebagai pembangkit listrik, diperlukan komponen sebagai berikut:
- Solar panel
- Charge controller
- Inverter
- Battery
Solar panel, mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun).
Charge Controller, digunakan untuk mengatur pengaturan pengisian baterai. Tegangan maksimun yang
dihasilkan
solar cells panel pada hari yang
terik akan menghasilkan tegangan tinggi yang
dapat merusak baterai.
Inverter,
adalah perangkat elektrik yang
mengkonversikan tegangan searah (DC)
menjadi tegangan bolak balik
(AC).
Baterai,
adalah perangkat kimia untuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari.
Berikut adalah blok diagram sistem PLTS:
Perkembangan PLTS
PT PLN (Persero) saat ini sudah
menerapkan kerjasama jual-beli listrik dengan rumah tangga khususnya bagi
pemilik rumah yang atap huniannya dipasangi solar cell
KWH meter listrik ‘ekspor-impor’
dapat memisahkan antara listrik yang dihasilkan dari solar cell atau
fotovoltaik dengan listrik yang berasal dari jaringan PLN
Sistem ekspor-impor listrik ini sangat
sederhana, saling tukar menukar listrik, ketika siang hari pemilik rumah kerja
dan minim menggunakan listrik, listrik dari hasil PLTS yang dipasang di atap
rumah ditransfer ke jaringan listrik PLN, kemudian di malam hari ketika
kebutuhan listrik meningkat karena lampu dinyalakan, TV, AC, dan lainnya,
sementara solar cell tidak menghasilkan listrik, karena tidak ada sinar
matahari, artinya pemilik rumah akan impor/beli listrik ke PLN gantian, PLN
yang transfer listrik.
PERHITUNGAN PLTS
Contoh Perhitungan
Penerangan rumah:
10 lampu CFL
@ 15 Watt x 4 jam sehari.
Televisi
21": @ 100 Watt x 5 jam sehari.
Kulkas 360
liter : @ 135 Watt x 24 jam x 1/3 (karena compressor kulkas tidak selalu hidup, umumnya mereka bekerja lebih sering apabila kulkas lebih sering dibuka pintu)
Komputer : @
150 Watt x 6 jam
Perangkat lainnya =
400 Watt dalam 1 jam
Hitunglah
:
- Total kebutuhan daya (Watt hour)
- Jumlah panel solar cells yang dibutuhkan, bila satu panel 100 Watt untuk perhitungan 5 jam maksimun tenaga surya.
- Jumlah kebutuhan batere 12 Volt dengan masing-masing 100 Ah dengan asumsi jumlah kebutuhan daya total 2 x lipat.
- Kebutuhan batere dari asumsi c (dengan pertimbangan dapat melayani kebutuhan 3 hari tanpa sinar matahari)
Contoh Perhitungan
Penerangan rumah:
10 lampu CFL
@ 15 Watt x 4 jam sehari =
600 Watt hour.
Televisi
21": @ 100 Watt x 5 jam sehari = 500 Watt hour
Kulkas 360
liter : @ 135 Watt x 24 jam x 1/3 = 1080 Watt hour
Komputer : @
150 Watt x 6 jam = 900 Watt hour
Perangkat lainnya =
400 Watt hour
Total
kebutuhan daya
= 3480 Watt hour
a.
Total kebutuhan daya
= 3480 Watt hour
b.
Jumlah solar cells panel yang dibutuhkan, satu
panel kita hitung 100
Watt (perhitungan adalah 5
jam maksimun tenaga surya): Kebutuhan
solar cells panel : (3480 / 100 x 5) = 7 panel surya.
c.
Jumlah kebutuhan
batere
12 Volt dengan masing-masing 100
Ah:
Kebutuhan batere minimun (batere hanya digunakan 50% untuk pemenuhan kebutuhan listrik), dengan demikian kebutuhan daya kita kalikan 2 x lipat
=
3480 x 2 = 6960 Watt hour
=
6960 / 12 Volt / 100 Amp = 5.8 » 6 batere 100
Ah.
d.
Kebutuhan batere
(dengan pertimbangan
dapat melayani
kebutuhan 3 hari
tanpa sinar
matahari)
=
6960 x 3 = 20880 Watt hour = 20880 / 12 Volt / 100 Amp
=
17.4 » 17 batere 100
Ah.
Subscribe to:
Comments (Atom)


